Arti Bhinneka Tunggal Ika adalah berbeda-beda tetapi satu jua yang
berasal dari buku atau kitab sutasoma karangan Mpu Tantular / Empu
Tantular. Secara mendalam Bhineka Tunggal Ika memiliki makna walaupun di
Indonesia terdapat banyak suku, agama, ras, kesenian, adat, bahasa, dan
lain sebagainya namun tetap satu kesatuan yang sebangsa dan setanah
air. Dipersatukan dengan bendera, lagu kebangsaan, mata uang, bahasa dan
lain-lain yang sama.
Kata-kata Bhinneka Tunggal Ika juga terdapat pada lambang negara
Republik Indonesia yaitu Burung Garuda Pancasila. Di kaki Burung Garuda
Pancasila mencengkram sebuah pita yang bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika.
Kata-kata tersebut dapat pula diartikan : Berbeda-beda tetapi tetap
satu jua.
Makna Bhineka Tunggal Ika dalam Persatuan IndonesiaSebagaimana
dijelaskan dimuka bahwa walaupun bangsa Indonesia terdiri dari berbagai
macam suku bangsa yang memiliki kebudayaan dan adat-istiadat yang
beraneka ragam namun keseluruhannya merupakan suatu persatuan.
Penjelmaan persatuan bangsa dan wilayah negara Indonesia tersebut
disimpulkan dalam PP. No. 66 tahun 1951, 17 Oktober diundangkan tanggal
28 Nopember 1951, dan termuat dalam Lembaran Negara No. II tahun
1951.Makna Bhineka Tunggal Ika yaitu meskipun bangsa dan negara
Indonesia terdiri atas beraneka ragam suku bangsa yang memiliki
kebudayaan dan adat-istiadat yang bermacam-macam serta beraneka ragam
kepulauan wilayah negara Indonesia namun keseluruhannya itu merupakan
suatu persatuan yaitu bangsa dan negara Indonesia. Keanekaragaman
tersebut bukanlah merupakan perbedaan yang bertentangan namun justru
keanekaragaman itu bersatu dalam satu sintesa yang pada gilirannya
justru memperkaya sifat dan makna persatuan bangsa dan negara
Indonesia.Dalam praktek tumbuh dan berkembangnya persatuan suatu bangsa
(nasionalisme) terdapat dua aspek kekuasaan yang mempengaruhi yaitu
kekuasaan pisik (lahir), atau disebut juga kekuasan material yang berupa
kekerasan, paksaan dan kekuasaan idealis (batin) yang berupa nafsu
psikis, ide-ide dan kepercayaan-kepercayaan. Proses nasionalisme
(persatuan) yang dikuasai oleh kekuasaan pisik akan tumbuh dan
berkembang menjadi bangsa yang bersifat materialis. Sebaliknya proses
nasionalisme (persatuan) yang dalam pertumbuhannya dikuasai oleh
kekuasaan idealis maka akan tumbuh dan berkembang menjadi negara yang
ideal yang jauh dari realitas bangsa dan negara. Oleh karena itu bagi
bangsa Indonesia prinsip-prinsip nasionalisme itu tidak berat sebelah,
namun justru merupakan suatu sintesa yang serasi dan harmonis baik
hal-hal yang bersifat lahir maupun hal-hal yang bersifat batin. Prinsip
tersebut adalah yang paling sesuai dengan hakikat manusia yang bersifat
monopluralis yang terkandung dalam Pancasila.Di dalam perkembangan
nasionalisme didunia terdapat berbagai macam teori antara lain Hans Kohn
yang menyatakan bahwa :“ Nasionalisme terbentuk ke persamaan bahasa,
ras, agama, peradaban, wilayah negara dan kewarganegaraan “. Bangsa
tumbuh dan berkembang dari analisir-analisir akar-akar yang terbentuk
melalui jalannya sejarah. Dalam masalah ini bangsa Indonesia terdiri
atas berbagai macam suku bangsa yang memiliki adat-istiadat dan
kebudayaan yang beraneka ragam serta wilayah negara Indonesia yang
terdiri atas beribu-ribu kepulauan. Oleh karena itu keadaan yang
beraneka ragam itu bukanlah merupakan suatu perbedaan yang saling
bertentangan namun perbedaan itu justru merupakan daya penarik kearah
resultan sehingga seluruh keanekaragaman itu terwujud dalam suatu
kerjasama yang luhur yaitu persatuan dan kesatuan bangsa. Selain dari
itu dalam kenyataan objektif pertumbuhan nasionalisme Indonesia telah
dibentuk dalam perjalanan sejarah yang pokok yang berakar dalam
adat-istiadat dan kebudayaan. Prinsip-prinsip nasionalisme Indonesia
(Persatuan Indonesia) tersusun dalam kesatuan majemuk tunggal yaitu :a)
Kesatuan sejarah; yaitu bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang dalam
suatu proses sejarah.b) Kesatuan nasib; yaitu berda dalam satu proses
sejarah yang sama dan mengalami nasib yang sama yaitu dalam penderitaan
penjajah dan kebahagiaan bersama.c) Kesatuan kebudayaan; yaitu
keanekaragaman kebudayaan tumbuh menjadi suatu bentuk kebudayaan
nasional.d) Kesatuan asas kerohanian; yaitu adanya ide, cita-cita dan
nilai-nilai kerokhanian yang secara keseluruhan tersimpul dalam
Pancasila.Berdasarkan prinsip-prinsip nasionalisme yang tersimpul dalam
sila ketiga tersebut dapat disimpulkan bahwa naionalisme (Persatuan
Indonesia) pada masa perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia
memiliki peranan historis yaitu mampu mewujudkan Proklamasi Kemerdekaan
17 Agustus 1945. Jadi “ Persatuan Indonesia “ sebagai jiwa dan semangat
perjuangan kemerdekaan RI.D. Peran Persatuan Indonesia dalam Perjuangan
Kemerdekaan IndonesiaMenurut Muhammad Yamin bangsa Indonesia dalam
merintis terbentuknya suatu bangsa dalam panggung politik Internasional
melalui suatu proses sejarahnya sendiri yang tidak sama dengan bangsa
lain. Dalam proses terbentuknya persatuan tersebut bangsa Indonesia
menginginkan suatu bangsa yang benar-benar merdeka, mandiribebas
menentukan nasibnya sendiri tidak tergantung pada bangsa lain.
Menurutnya terwujudnya Persatuan Kebangsaan Indonesia itu berlangsung
melalui tiga fase. Pertama Zaman Kebangsaan Sriwijaya, kedua Zaman
Kebangsaan Majapahit, dan ketiga Zaman Kebangsaan Indonesia Merdeka
(yang diplokamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945). Kebangsaan Indonesia
pertama dan kedua itu disebutnya sebagai nasionalisme lama, sedangkan
fase ketiga disebutnya sebagai nasionalisme Indonesia Modern, yaitu
suatu Nationale Staat atau Etat Nationale yaitu suatu negara Kebangsaan
Indonesia Modern menurut susunan kekeluargaan yang berdasar atas
Ketuhanan Yang Maha Esa serta kemanusiaan.Pada masa perjuangan
kemerdekaan Indonesia, pengertian “ Persatuan Indonesia “ adalah sebagai
faktor kunci yaitu sebagai sumber semangat, motivasi dan penggerak
perjuangan Indonesia. Hal itu tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang
berbunyi sebagai berikut : “ Dan perjuangan pergerakan Indonesia telah
sampailah pada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa
menghantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara
Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur “.Cita-cita
untuk mencapai Indonesia merdeka dalam bentuk organisasi modern baik
berdasarkan agama Islam, paham kebangsaan ataupun sosialisme itu
dipelopori oleh berdirinya Serikat Dagang Islam (1990), Budi Utomo
(1908), kemudian Serikat Islam (1911), Muhammadiyah (1912),Indiche
Partij (1911), Perhimpunan Indonesia (1924), Partai Nasional Indonesia
(1929), Partindo (1933) dan sebagainya. Integrasi pergerakan dalam
mencapai cita-cita itu pertama kali tampak dalam bentuk federasi seluruh
organisasi politik/ organisasi masyarakat yang ada yaitu permufakatan
perhimpunan-perhimpunan Politik Kemerdekaan Indonesia (1927).Kebulatan
tekad untuk mewujudkan “ Persatuan Indonesia “ kemudian tercermin dalam
ikrar “ Sumpah Pemuda “ yang dipelopori oleh pemuda perintis kemerdekaan
pada tanggal 28 Oktober 1928 diJakarta yang berbunyi :
a. PERTAMA. Kami Putra dan Putri Indonesia Mengaku Bertumpah darah Satu Tanah Air Indonesia.
b. KEDUA. Kami Putra dan Putri Indonesia Mengaku Berbangsa Satu Bangsa Indonesia.
c. KETIGA. Kami Putra dan Putri Indonesia Menjunjung Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia.
Kalau kita lihat, Sumpah Pemuda yang mengatakan Satu Nusa, Satu Bangsa,
dan Satu Bahasa Indonesia maka ada tiga aspek Persatuan Indonesia yaitu :
1. Aspek Satu Nusa : yaitu aspek wilayah, nusa berarti pulau, jadi
wilayah yang dilambangkan untuk disatukan adalah wilayah pulau-pulau
yang tadinya bernama Hindia Belanda yang saat itu dijajah oleh Belanda.
Ini untuk pertama kali secara tegas para pejuang kemerdekaan meng-klaim
wilyah yang akan dijadikan wilayah Indonesia merdeka.
2. Aspek Satu Bangsa : yaitu nama baru dari suku-suku bangsa yang berada
da wilayah yang tadinya bernama Hindia Belanda yang tadinya dijajh oleh
Belanda memplokamirkan satu nama baru sebagai Bangsa Indonesia. Ini
adalah awal mula dari rasa nasionalisme sebagai kesatuan bangsa yang
berada di wilayah sabang sampai Merauke.
3. Aspek Satu Bahasa : yaitu agar wilayah dan bangsa baru yang bterdiri
dari berbagai suku dan bahasa bisa berkomunikasi dengan baik maka
dipakailah sarana bahasa Indonesia yang ditarik dari bahasa Melayu
dengan pembaharuan yang bernuansakan pergerakan kearah Indonesia yang
Merdaka. Untuk pertama kali para pejuang kemerdekaan memplokamirkan
bahasa yang akan dipakai negara Indonesia merdeka yaitu bahasa
Indonesia.
Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 itulah pangkal tumpuan
cita-cita menuju Indonesia merdeka. Memang diakui bahwa persatuan
berkali-kali mengalami gangguan dan kerenggangan. Perjuangan kemerdekaan
antara partai politik/ organisasi masyarakat pada waktu itu dangan
segala strategi dan aksinya baik yang kooperatif maupun non kooperatif
terhadap pemerintahan Hindia Belanda mengalami pasang naik federasi
maupun fusi dalam gabungan politik Indonesia (1939) dan fusi terakhir
Majelis Rakyat Indonesia.
Indonesia di jajah BELANDA selama 350 tahun atau 3,5 Abad, maka untuk
itu Indonesia memilih semboyan BHINNEKA TUNGGAL IKA, yang bertujuan
untuk mempersatukan bangsa Indonesia agar dapat mengusir penjajah dari
bumi ibu pertiwi ini.Tetapi semboyan Bhinneka Tunggal Ika pada zaman
sekarang sudah tidak berguna lagi di masyarakat Indonesia, karena
banyaknya tawuran antar Desa, Antara pelajar, dan lain-lain sudah
menjamur di seluruh pelosok Indonesia.Jadi Pengorbanan masyarakat dulu
sudah tidak berarti lagi di zaman sekarang, pada zaman dahulu banya
peristiwa heroik terjadi setelah ataupun sebelum kemerdekaan, contoh
saja peristiwa besar yang terjadi di kota SURABAYA pertempuran antara
arek-arek SURABAYA dan sekitarnya melawan para tentara Sekutu yang ingin
menjajah kembali Indonesia, tetapi dengan gagahnya pemuda-pemuda itu
bersatu dan mengusir tentara sekutu.Semua itu di lakukan agar para anak
cucunya di masa depan agar bisa merasakan kehidupan yang lebih baik dari
mereka, maka untuk itu kita harus membangkitkan rasa NASIONALISME kita
terhadap bangsa ini, jangan cuma pada saat Malaysia mengklaim sesuatu
milik kita menjadi kepunyaan mereka, maka kita harus menghargai jasa
para pahlawan zaman dulu, karena tanpa jasanya kita tidak bisa hidup
nyaman seperti sekarang ini.
Bhineka Tunggal Ika merupakan semboyan negara Indonesia sebagai dasar
untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia,dimana kita haruslah
dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu hidup saling
menghargai antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya tanpa
memandang suku bangsa,agama,bahasa,adat istiadat,warna kulit dan
lain-lain.Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari
beribu-ribu pulau dimana setiap daerah memiliki adat
istiadat,bahasa,aturan,kebiasaan dan lain-lain yang berbeda antara yang
satu dengan yang lainnya tanpa adanya kesadaran sikap untuk menjaga
Bhineka tunggal Ika pastinya akan terjadi berbagai kekacauan di dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara dimana setiap oarng akan hanya
mementingkana dirinya sendiri atau daerahnya sendiri tanpa perduli
kepentngan bersama.Bila hal tersebut terjadi pastinya negara kita ini
akan terpecah belah.Oleh sebab itu marilah kita jaga bhineka tunggal ika
dengan sebai-baiknya agar persatuan bangsa dan negara Indonesia tetap
terjaga dan kita pun haruslah sadar bahwa menyatukan bangsa ini
memerlukan perjuangan yang panjang yang dilakukan oleh para pendahulu
kita dalam menyatukan wilayah republik Indonesia menjadi negara
kesatuan.
dunia kita
http://duniakita-yongki.blogspot.com
winongo
Jumat, 03 Mei 2013
puisi tentang cinta
Semakin dekat semakin melekat, memikat
Menyatukan umat dalam bulan penuh rahmat
Menyingkirkan diri dari dendam kesumat
Selalu siap kapanpun, bila tiba hari kiamat
jalankan perintahnya dengan sangat taat
agar kita bisa selalu di lindungi & selamat
di dunia maupun kelak akhirat
Raa Imvu meminta maaf sebelum terlambat
mohon maaf lahir batin wahai buat semua sahabat
Kamu yang aku kagumi
Kamu yang aku kasihi
Kamu yang aku cintai
Pergi tinggalkan luka di hati ini
karena cinta mu telah terbagi
biar lah air mata ini membasahi pipi
agar kau puas melihat diri ini yg kau lukai
“Andaikata semua kehidupan ini
menyakitkan, maka di luar sana pasti
masih ada sepotong bagian yang
menyenangkan. Kemudian kau akan
membenak pasti ada sesuatu yang
jauh lebih indah dari menatap rembulan di langit. Kau tidak tahu apa
itu, karna ilmumu terbatas. Kau hanya
yakin , bila tidak di kehidupan ini
suatu saat nanti pasti akan ada yang
lebih mempesona dibanding menatap
sepotong rembulan yang sedang bersinar indah.”
Cintaku bukan tulisan di pasir
Yang dapat hilang di terjang ombak
Tapi cintaku bagaikan karang karang
Yang tak bisa hilang karena ombak air laut
Cintaku bukan tulisan di pasir
Yang dapat hilang di terjang ombak
Tapi cintaku bagaikan karang karang
Yang tak bisa hilang karena ombak air laut
Masalah Pendidikan di Indonesia
|
Peran Pendidikan dalam PembangunanPendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia unuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bab ini akan mengkaji mengenai permasalahan pokok pendidikan, dan saling keterkaitan antara pokok tersbut, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya dan masalah-masalah aktual beserta cara penanggulangannya. Apa jadinya bila pembangunan di Indonesia tidak dibarengi dengan pembangunan di bidang pendidikan?. Walaupun pembangunan fisiknya baik, tetapi apa gunanya bila moral bangsa terpuruk. Jika hal tersebut terjadi, bidang ekonomi akan bermasalah, karena tiap orang akan korupsi. Sehingga lambat laun akan datang hari dimana negara dan bangsa ini hancur. Oleh karena itu, untuk pencegahannya, pendidikan harus dijadikan salah satu prioritas dalam pembangunan negeri ini. Pemerintah dan Solusi Permasalahan PendidikanMengenai masalah pedidikan, perhatian pemerintah kita masih terasa sangat minim. Gambaran ini tercermin dari beragamnya masalah pendidikan yang makin rumit. Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, biaya pendidikan yang mahal, bahkan aturan UU Pendidikan kacau. Dampak dari pendidikan yang buruk itu, negeri kita kedepannya makin terpuruk. Keterpurukan ini dapat juga akibat dari kecilnya rata-rata alokasi anggaran pendidikan baik di tingkat nasional, propinsi, maupun kota dan kabupaten. Penyelesaian masalah pendidikan tidak semestinya dilakukan secara terpisah-pisah, tetapi harus ditempuh langkah atau tindakan yang sifatnya menyeluruh. Artinya, kita tidak hanya memperhatikan kepada kenaikkan anggaran saja. Sebab percuma saja, jika kualitas Sumber Daya Manusia dan mutu pendidikan di Indonesia masih rendah. Masalah penyelenggaraan Wajib Belajar Sembilan tahun sejatinya masih menjadi PR besar bagi kita. Kenyataan yang dapat kita lihat bahwa banyak di daerah-daerah pinggiran yang tidak memiliki sarana pendidikan yang memadai. Dengan terbengkalainya program wajib belajar sembilan tahun mengakibatkan anak-anak Indonesia masih banyak yang putus sekolah sebelum mereka menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun. Dengan kondisi tersebut, bila tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan, sulit bagi bangsa ini keluar dari masalah-masalah pendidikan yang ada, apalagi bertahan pada kompetisi di era global. Kondisi ideal dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah tiap anak bisa sekolah minimal hingga tingkat SMA tanpa membedakan status karena itulah hak mereka. Namun hal tersebut sangat sulit untuk direalisasikan pada saat ini. Oleh karena itu, setidaknya setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam dunia pendidikan. Jika mencermati permasalahan di atas, terjadi sebuah ketidakadilan antara si kaya dan si miskin. Seolah sekolah hanya milik orang kaya saja sehingga orang yang kekurangan merasa minder untuk bersekolah dan bergaul dengan mereka. Ditambah lagi publikasi dari sekolah mengenai beasiswa sangatlah minim. Sekolah-sekolah gratis di Indonesia seharusnya memiliki fasilitas yang memadai, staf pengajar yang berkompetensi, kurikulum yang tepat, dan memiliki sistem administrasi dan birokrasi yang baik dan tidak berbelit-belit. Akan tetapi, pada kenyataannya, sekolah-sekolah gratis adalah sekolah yang terdapat di daerah terpencil yang kumuh dan segala sesuatunya tidak dapat menunjang bangku persekolahan sehingga timbul pertanyaan ,”Benarkah sekolah tersebut gratis? Kalaupun iya, ya wajar karena sangat memprihatinkan.” Penyelenggaraan Pendidikan yang Berkualitas”Pendidikan bermutu itu mahal”. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Orang miskin tidak boleh sekolah.Untuk masuk TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp 500.000, — sampai Rp 1.000.000. Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1 juta. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta. Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Karena itu, Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha. Asumsinya, pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas. Hasilnya, setelah Komite Sekolah terbentuk, segala pungutan uang kadang berkedok, “sesuai keputusan Komite Sekolah”. Namun, pada tingkat implementasinya, ia tidak transparan, karena yang dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat dengan Kepala Sekolah. Akibatnya, Komite Sekolah hanya menjadi legitimator kebijakan Kepala Sekolah, dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya. Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP). Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar. Dengan perubahan status itu pemerintah secara mudah dapat melemparkan tanggung jawabnya atas pendidikan warganya kepada pemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas. Perguruan Tinggi Negeri pun berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Munculnya BHMN dan MBS adalah beberapa contoh kebijakan pendidikan yang kontroversial. BHMN sendiri berdampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi favorit. Privatisasi dan Swastanisasi Sektor PendidikanPrivatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayanan publik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong privatisasi pendidikan. Akibatnya, sektor yang menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8 persen (Kompas, 10/5/2005). Dalam APBN 2005 hanya 5,82% yang dialokasikan untuk pendidikan. Bandingkan dengan dana untuk membayar hutang yang menguras 25% belanja dalam APBN (www.kau.or.id). Rencana Pemerintah memprivatisasi pendidikan dilegitimasi melalui sejumlah peraturan, seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, RUU Badan Hukum Pendidikan, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pendidikan Dasar dan Menengah, dan RPP tentang Wajib Belajar. Penguatan pada privatisasi pendidikan itu, misalnya, terlihat dalam Pasal 53 (1) UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dalam pasal itu disebutkan, penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan. Seperti halnya perusahaan, sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan. Koordinator LSM Education Network for Justice (ENJ), Yanti Mukhtar (Republika, 10/5/2005) menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Dengan begitu, nantinya sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu. Akibatnya, akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial, antara yang kaya dan miskin. Hal senada dituturkan pengamat ekonomi Revrisond Bawsir. Menurut dia, privatisasi pendidikan merupakan agenda kapitalisme global yang telah dirancang sejak lama oleh negara-negara donor lewat Bank Dunia. Melalui Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP), pemerintah berencana memprivatisasi pendidikan. Semua satuan pendidikan kelak akan menjadi badan hukum pendidikan (BHP) yang wajib mencari sumber dananya sendiri. Hal ini berlaku untuk seluruh sekolah negeri, dari SD hingga perguruan tinggi. Bagi masyarakat tertentu, beberapa PTN yang sekarang berubah status menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) itu menjadi momok. Jika alasannya bahwa pendidikan bermutu itu harus mahal, maka argumen ini hanya berlaku di Indonesia. Di Jerman, Perancis, Belanda, dan di beberapa negara berkembang lainnya, banyak perguruan tinggi yang bermutu namun biaya pendidikannya rendah. Bahkan beberapa negara ada yang menggratiskan biaya pendidikan. Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, atau tepatnya, tidak harus murah atau gratis. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Akan tetapi, kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk cuci tangan.*** |
Jumat, 12 April 2013
Keluarga Korban Cebongan Kecam Pernyataan Menhan
Jum'at, 12 April 2013 14:37 wib
"Kami menyayangkan pernyataan seperti itu," ujar Victor Mambait, keluarga salah satu korban, Johanes Juan Manbait, dalam konferensi pers di Kantor KontraS, Jakarta, Jumat (12/4/2013).
Seharusnya, sambung Victor, seorang pejabat negara bisa menjaga ucapannya dan tak terburu-buru melontarkan pernyataan kontroversial ke publik. “Itu pembelajaran hukum yang cacat bagi masyarakat," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, menjelaskan tindakan kriminal yang dilakukan 11 prajurit Kopassus itu tidak bisa dikategorikan pelanggaran HAM berat. Sehingga, peradilan yang diterapkan tidak mengacu pada Undang-Undang Pelanggaran HAM Berat.
"Mereka tidak masuk pada pelangaran HAM Berat, sehingga tidak bisa dijerat dengan UU HAM. Proses hukum tetap dilakukan di Pengadilan Militer," kata Purnomo.
Purnomo menjelaskan, tindakan yang dikatakan melanggar HAM berat yaitu tindakan yang dilakukan secara sistematik berdasarkan kebijakan tertentu oleh pimpinan. Hal itu sesuai dengan pasal-pasal yang ada dalam UU HAM.
Sementara, tindakan yang dilakukan oleh ke 11 pasukan elit TNI AD itu tidak menghilangkan nyawa pada etnit atau ras tertentu dan kepada banyak orang. Namun, menghilangkan nyawa empat orang yang nota bene merupakan tersangka kasus pembunuh anggota kopassus, Serka Heru Santoso.
Senin, 25 Maret 2013
bahaya bumbu mie instan
Bagi penyuka mie
Instan. tolong diperhatikan ‘hati-hati’, Bumbu Mie Instan tidak boleh
dimasak. peringatan bagi kita semua bahwa mie instant tidak boleh
dimasak bersamaan dengan bumbunya, karena msg (mono sodium glutamat -red) bila dimasak di atas 120c akan berpotensi menjadi karsinogen dan pencetus kanker.
Perhatikan semua kemasan mie instan, kebanyakan prosedurnya masak mie dulu baru ditaburi bumbu. Bumbu di taruh di mangkok dulu. jadi jangan pernah masak mie beserta bumbunya.
Dari hasil penelitian, mengkonsumsi mie instant 4 hari berturut-turut berpotensi kanker, mioma, kista atau amandel sebesar 75%. Jika anda tidak percaya, cobalah ambil kuah/bumbu mie instant lalu taburkan ke atas pot yang berisi bunga/tumbuhan. Beberapa hari kemudian tumbuhan tersebut akan layu/mati.
Berlaku dalam ukuran (1:1). Sayangi keluarga anda, jauhi dari penyakit. Masih banyak zat kimia yang tidak sengaja masuk di dalam tubuh lewat makanan seperti, Nasi non organik, bakso, tahu dan tempe kedelai non organik, ayam potong dan lain-lain
Untuk mengeluarkan semua racun tersebut minumlah minyak ikan salmon alaska, plak di aliran darah hilang dan anda akan sehat kembali, buktikan sendiri.
Peringatan dan sangat penting bagi wanita
Tidak disarankan makan bayam dan tahu bersamaan, karena jika digabungkan akan membentuk senyawa yang bisa mengakibatkan terbentuknya batu (kista-red) dalam tubuh.
Hasil penelitian Prof. Dr. Asbudi, SPOG, jangan makan timun saat haid karena bisa menyebabkan darah haid tersisa di dinding rahim, setelah 5-10 hari dapat sebabkan kista dan kanker rahim. Alangkah baiknya bila info ini disebarkan ke banyak wanita sebagai tanda kepedulian kita terhadap sesama. Mencegah lebih baik dari pada mengobati.(*)
Perhatikan semua kemasan mie instan, kebanyakan prosedurnya masak mie dulu baru ditaburi bumbu. Bumbu di taruh di mangkok dulu. jadi jangan pernah masak mie beserta bumbunya.
Dari hasil penelitian, mengkonsumsi mie instant 4 hari berturut-turut berpotensi kanker, mioma, kista atau amandel sebesar 75%. Jika anda tidak percaya, cobalah ambil kuah/bumbu mie instant lalu taburkan ke atas pot yang berisi bunga/tumbuhan. Beberapa hari kemudian tumbuhan tersebut akan layu/mati.
Berlaku dalam ukuran (1:1). Sayangi keluarga anda, jauhi dari penyakit. Masih banyak zat kimia yang tidak sengaja masuk di dalam tubuh lewat makanan seperti, Nasi non organik, bakso, tahu dan tempe kedelai non organik, ayam potong dan lain-lain
Untuk mengeluarkan semua racun tersebut minumlah minyak ikan salmon alaska, plak di aliran darah hilang dan anda akan sehat kembali, buktikan sendiri.
Peringatan dan sangat penting bagi wanita
Tidak disarankan makan bayam dan tahu bersamaan, karena jika digabungkan akan membentuk senyawa yang bisa mengakibatkan terbentuknya batu (kista-red) dalam tubuh.
Hasil penelitian Prof. Dr. Asbudi, SPOG, jangan makan timun saat haid karena bisa menyebabkan darah haid tersisa di dinding rahim, setelah 5-10 hari dapat sebabkan kista dan kanker rahim. Alangkah baiknya bila info ini disebarkan ke banyak wanita sebagai tanda kepedulian kita terhadap sesama. Mencegah lebih baik dari pada mengobati.(*)
Rabu, 27 Februari 2013
Tes Urine Obyektif, Hasil 100 % Negatif
sumber : universitas teknologi yogyakarta
Bertempat di Laboratorium Hi-Lab Yogyakarta, Kamis 10 Januari 2013 telah diselenggarakan acara penyerahan hasil tes urine mahasiswa UTY yang dilakukan tanggal 7 Januari 2013 lalu dengan sample secara acak di Kampus 1, 2 dan 3 UTY. Jumlah sample di Kampus 1 sebanyak 103 mahasiswa, Kampus 2 sebanyak 111 mahasiswa dan Kampus 3 sebanyak 17 mahasiswa.
Dalam kata sambutan pada acara penyerahan tersebut dr. Gideon Hartono Direktur Hi-Lab, Feryan Harto Nugroho, SH Ketua Umum DPD Granat DIY, dan dr. Harjo Mulyono, Sp.PK(K) penanggungjawab pemeriksa, mengapresiasi sangat positif apa yang dilakukan oleh UTY. Mereka menyampaikan bahwa apa yang dilakukan UTY merupakan yang pertama di Jogja dan mempunyai makna yang besar bagi keberlangsungan bangsa. Adapun hasil dari tes urine mahasiswa UTY tersebut 100% negatif.
Setelah acara penyerahan dilakukan pers conference yang dihadiri oleh sejumlah media cetak dan elektronik diantaranya Metro TV, Republika, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, TVRI, ADi TV, Bernas, Tribun Jogja dan Harian Jogja. Dalam kesempatan itu dr. Harjo menyampaikan bahwa dalam pemeriksaan tersebut pihaknya menggunakan teknologi canggih dengan Laboratory Information System. Ia meyakinkan bahwa obyektifitas dari hasil pemeriksaan tersebut dapat diandalkan karena semua terproses secara elektronik dengan teknologi canggih. Sehingga hasil tes urine mahasiswa UTY 100% negative, atau tidak ada yang terindikasi narkoba tersebut benar-benar murni. Ia sangat salut atas kepedulian dan prakarsa UTY tersebut. Ia menyampaikan pemeriksaan yang biasa ia lakukan pada umumnya untuk syarat masuk kerja atau sekolah. Dalam kondisi ini maka orang yang mau memeriksaan bisa berpersiapan terlebih dahulu. Hal ini sangat berbeda dengan yang dilakukan UTY terhadap mahasiswa existing yang diambil secara acak dan obyektif tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada yang akan di tes.
Langganan:
Komentar (Atom)
