Arti Bhinneka Tunggal Ika adalah berbeda-beda tetapi satu jua yang
berasal dari buku atau kitab sutasoma karangan Mpu Tantular / Empu
Tantular. Secara mendalam Bhineka Tunggal Ika memiliki makna walaupun di
Indonesia terdapat banyak suku, agama, ras, kesenian, adat, bahasa, dan
lain sebagainya namun tetap satu kesatuan yang sebangsa dan setanah
air. Dipersatukan dengan bendera, lagu kebangsaan, mata uang, bahasa dan
lain-lain yang sama.
Kata-kata Bhinneka Tunggal Ika juga terdapat pada lambang negara
Republik Indonesia yaitu Burung Garuda Pancasila. Di kaki Burung Garuda
Pancasila mencengkram sebuah pita yang bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika.
Kata-kata tersebut dapat pula diartikan : Berbeda-beda tetapi tetap
satu jua.
Makna Bhineka Tunggal Ika dalam Persatuan IndonesiaSebagaimana
dijelaskan dimuka bahwa walaupun bangsa Indonesia terdiri dari berbagai
macam suku bangsa yang memiliki kebudayaan dan adat-istiadat yang
beraneka ragam namun keseluruhannya merupakan suatu persatuan.
Penjelmaan persatuan bangsa dan wilayah negara Indonesia tersebut
disimpulkan dalam PP. No. 66 tahun 1951, 17 Oktober diundangkan tanggal
28 Nopember 1951, dan termuat dalam Lembaran Negara No. II tahun
1951.Makna Bhineka Tunggal Ika yaitu meskipun bangsa dan negara
Indonesia terdiri atas beraneka ragam suku bangsa yang memiliki
kebudayaan dan adat-istiadat yang bermacam-macam serta beraneka ragam
kepulauan wilayah negara Indonesia namun keseluruhannya itu merupakan
suatu persatuan yaitu bangsa dan negara Indonesia. Keanekaragaman
tersebut bukanlah merupakan perbedaan yang bertentangan namun justru
keanekaragaman itu bersatu dalam satu sintesa yang pada gilirannya
justru memperkaya sifat dan makna persatuan bangsa dan negara
Indonesia.Dalam praktek tumbuh dan berkembangnya persatuan suatu bangsa
(nasionalisme) terdapat dua aspek kekuasaan yang mempengaruhi yaitu
kekuasaan pisik (lahir), atau disebut juga kekuasan material yang berupa
kekerasan, paksaan dan kekuasaan idealis (batin) yang berupa nafsu
psikis, ide-ide dan kepercayaan-kepercayaan. Proses nasionalisme
(persatuan) yang dikuasai oleh kekuasaan pisik akan tumbuh dan
berkembang menjadi bangsa yang bersifat materialis. Sebaliknya proses
nasionalisme (persatuan) yang dalam pertumbuhannya dikuasai oleh
kekuasaan idealis maka akan tumbuh dan berkembang menjadi negara yang
ideal yang jauh dari realitas bangsa dan negara. Oleh karena itu bagi
bangsa Indonesia prinsip-prinsip nasionalisme itu tidak berat sebelah,
namun justru merupakan suatu sintesa yang serasi dan harmonis baik
hal-hal yang bersifat lahir maupun hal-hal yang bersifat batin. Prinsip
tersebut adalah yang paling sesuai dengan hakikat manusia yang bersifat
monopluralis yang terkandung dalam Pancasila.Di dalam perkembangan
nasionalisme didunia terdapat berbagai macam teori antara lain Hans Kohn
yang menyatakan bahwa :“ Nasionalisme terbentuk ke persamaan bahasa,
ras, agama, peradaban, wilayah negara dan kewarganegaraan “. Bangsa
tumbuh dan berkembang dari analisir-analisir akar-akar yang terbentuk
melalui jalannya sejarah. Dalam masalah ini bangsa Indonesia terdiri
atas berbagai macam suku bangsa yang memiliki adat-istiadat dan
kebudayaan yang beraneka ragam serta wilayah negara Indonesia yang
terdiri atas beribu-ribu kepulauan. Oleh karena itu keadaan yang
beraneka ragam itu bukanlah merupakan suatu perbedaan yang saling
bertentangan namun perbedaan itu justru merupakan daya penarik kearah
resultan sehingga seluruh keanekaragaman itu terwujud dalam suatu
kerjasama yang luhur yaitu persatuan dan kesatuan bangsa. Selain dari
itu dalam kenyataan objektif pertumbuhan nasionalisme Indonesia telah
dibentuk dalam perjalanan sejarah yang pokok yang berakar dalam
adat-istiadat dan kebudayaan. Prinsip-prinsip nasionalisme Indonesia
(Persatuan Indonesia) tersusun dalam kesatuan majemuk tunggal yaitu :a)
Kesatuan sejarah; yaitu bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang dalam
suatu proses sejarah.b) Kesatuan nasib; yaitu berda dalam satu proses
sejarah yang sama dan mengalami nasib yang sama yaitu dalam penderitaan
penjajah dan kebahagiaan bersama.c) Kesatuan kebudayaan; yaitu
keanekaragaman kebudayaan tumbuh menjadi suatu bentuk kebudayaan
nasional.d) Kesatuan asas kerohanian; yaitu adanya ide, cita-cita dan
nilai-nilai kerokhanian yang secara keseluruhan tersimpul dalam
Pancasila.Berdasarkan prinsip-prinsip nasionalisme yang tersimpul dalam
sila ketiga tersebut dapat disimpulkan bahwa naionalisme (Persatuan
Indonesia) pada masa perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia
memiliki peranan historis yaitu mampu mewujudkan Proklamasi Kemerdekaan
17 Agustus 1945. Jadi “ Persatuan Indonesia “ sebagai jiwa dan semangat
perjuangan kemerdekaan RI.D. Peran Persatuan Indonesia dalam Perjuangan
Kemerdekaan IndonesiaMenurut Muhammad Yamin bangsa Indonesia dalam
merintis terbentuknya suatu bangsa dalam panggung politik Internasional
melalui suatu proses sejarahnya sendiri yang tidak sama dengan bangsa
lain. Dalam proses terbentuknya persatuan tersebut bangsa Indonesia
menginginkan suatu bangsa yang benar-benar merdeka, mandiribebas
menentukan nasibnya sendiri tidak tergantung pada bangsa lain.
Menurutnya terwujudnya Persatuan Kebangsaan Indonesia itu berlangsung
melalui tiga fase. Pertama Zaman Kebangsaan Sriwijaya, kedua Zaman
Kebangsaan Majapahit, dan ketiga Zaman Kebangsaan Indonesia Merdeka
(yang diplokamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945). Kebangsaan Indonesia
pertama dan kedua itu disebutnya sebagai nasionalisme lama, sedangkan
fase ketiga disebutnya sebagai nasionalisme Indonesia Modern, yaitu
suatu Nationale Staat atau Etat Nationale yaitu suatu negara Kebangsaan
Indonesia Modern menurut susunan kekeluargaan yang berdasar atas
Ketuhanan Yang Maha Esa serta kemanusiaan.Pada masa perjuangan
kemerdekaan Indonesia, pengertian “ Persatuan Indonesia “ adalah sebagai
faktor kunci yaitu sebagai sumber semangat, motivasi dan penggerak
perjuangan Indonesia. Hal itu tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang
berbunyi sebagai berikut : “ Dan perjuangan pergerakan Indonesia telah
sampailah pada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa
menghantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara
Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur “.Cita-cita
untuk mencapai Indonesia merdeka dalam bentuk organisasi modern baik
berdasarkan agama Islam, paham kebangsaan ataupun sosialisme itu
dipelopori oleh berdirinya Serikat Dagang Islam (1990), Budi Utomo
(1908), kemudian Serikat Islam (1911), Muhammadiyah (1912),Indiche
Partij (1911), Perhimpunan Indonesia (1924), Partai Nasional Indonesia
(1929), Partindo (1933) dan sebagainya. Integrasi pergerakan dalam
mencapai cita-cita itu pertama kali tampak dalam bentuk federasi seluruh
organisasi politik/ organisasi masyarakat yang ada yaitu permufakatan
perhimpunan-perhimpunan Politik Kemerdekaan Indonesia (1927).Kebulatan
tekad untuk mewujudkan “ Persatuan Indonesia “ kemudian tercermin dalam
ikrar “ Sumpah Pemuda “ yang dipelopori oleh pemuda perintis kemerdekaan
pada tanggal 28 Oktober 1928 diJakarta yang berbunyi :
a. PERTAMA. Kami Putra dan Putri Indonesia Mengaku Bertumpah darah Satu Tanah Air Indonesia.
b. KEDUA. Kami Putra dan Putri Indonesia Mengaku Berbangsa Satu Bangsa Indonesia.
c. KETIGA. Kami Putra dan Putri Indonesia Menjunjung Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia.
Kalau kita lihat, Sumpah Pemuda yang mengatakan Satu Nusa, Satu Bangsa,
dan Satu Bahasa Indonesia maka ada tiga aspek Persatuan Indonesia yaitu :
1. Aspek Satu Nusa : yaitu aspek wilayah, nusa berarti pulau, jadi
wilayah yang dilambangkan untuk disatukan adalah wilayah pulau-pulau
yang tadinya bernama Hindia Belanda yang saat itu dijajah oleh Belanda.
Ini untuk pertama kali secara tegas para pejuang kemerdekaan meng-klaim
wilyah yang akan dijadikan wilayah Indonesia merdeka.
2. Aspek Satu Bangsa : yaitu nama baru dari suku-suku bangsa yang berada
da wilayah yang tadinya bernama Hindia Belanda yang tadinya dijajh oleh
Belanda memplokamirkan satu nama baru sebagai Bangsa Indonesia. Ini
adalah awal mula dari rasa nasionalisme sebagai kesatuan bangsa yang
berada di wilayah sabang sampai Merauke.
3. Aspek Satu Bahasa : yaitu agar wilayah dan bangsa baru yang bterdiri
dari berbagai suku dan bahasa bisa berkomunikasi dengan baik maka
dipakailah sarana bahasa Indonesia yang ditarik dari bahasa Melayu
dengan pembaharuan yang bernuansakan pergerakan kearah Indonesia yang
Merdaka. Untuk pertama kali para pejuang kemerdekaan memplokamirkan
bahasa yang akan dipakai negara Indonesia merdeka yaitu bahasa
Indonesia.
Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 itulah pangkal tumpuan
cita-cita menuju Indonesia merdeka. Memang diakui bahwa persatuan
berkali-kali mengalami gangguan dan kerenggangan. Perjuangan kemerdekaan
antara partai politik/ organisasi masyarakat pada waktu itu dangan
segala strategi dan aksinya baik yang kooperatif maupun non kooperatif
terhadap pemerintahan Hindia Belanda mengalami pasang naik federasi
maupun fusi dalam gabungan politik Indonesia (1939) dan fusi terakhir
Majelis Rakyat Indonesia.
Indonesia di jajah BELANDA selama 350 tahun atau 3,5 Abad, maka untuk
itu Indonesia memilih semboyan BHINNEKA TUNGGAL IKA, yang bertujuan
untuk mempersatukan bangsa Indonesia agar dapat mengusir penjajah dari
bumi ibu pertiwi ini.Tetapi semboyan Bhinneka Tunggal Ika pada zaman
sekarang sudah tidak berguna lagi di masyarakat Indonesia, karena
banyaknya tawuran antar Desa, Antara pelajar, dan lain-lain sudah
menjamur di seluruh pelosok Indonesia.Jadi Pengorbanan masyarakat dulu
sudah tidak berarti lagi di zaman sekarang, pada zaman dahulu banya
peristiwa heroik terjadi setelah ataupun sebelum kemerdekaan, contoh
saja peristiwa besar yang terjadi di kota SURABAYA pertempuran antara
arek-arek SURABAYA dan sekitarnya melawan para tentara Sekutu yang ingin
menjajah kembali Indonesia, tetapi dengan gagahnya pemuda-pemuda itu
bersatu dan mengusir tentara sekutu.Semua itu di lakukan agar para anak
cucunya di masa depan agar bisa merasakan kehidupan yang lebih baik dari
mereka, maka untuk itu kita harus membangkitkan rasa NASIONALISME kita
terhadap bangsa ini, jangan cuma pada saat Malaysia mengklaim sesuatu
milik kita menjadi kepunyaan mereka, maka kita harus menghargai jasa
para pahlawan zaman dulu, karena tanpa jasanya kita tidak bisa hidup
nyaman seperti sekarang ini.
Bhineka Tunggal Ika merupakan semboyan negara Indonesia sebagai dasar
untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia,dimana kita haruslah
dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu hidup saling
menghargai antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya tanpa
memandang suku bangsa,agama,bahasa,adat istiadat,warna kulit dan
lain-lain.Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari
beribu-ribu pulau dimana setiap daerah memiliki adat
istiadat,bahasa,aturan,kebiasaan dan lain-lain yang berbeda antara yang
satu dengan yang lainnya tanpa adanya kesadaran sikap untuk menjaga
Bhineka tunggal Ika pastinya akan terjadi berbagai kekacauan di dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara dimana setiap oarng akan hanya
mementingkana dirinya sendiri atau daerahnya sendiri tanpa perduli
kepentngan bersama.Bila hal tersebut terjadi pastinya negara kita ini
akan terpecah belah.Oleh sebab itu marilah kita jaga bhineka tunggal ika
dengan sebai-baiknya agar persatuan bangsa dan negara Indonesia tetap
terjaga dan kita pun haruslah sadar bahwa menyatukan bangsa ini
memerlukan perjuangan yang panjang yang dilakukan oleh para pendahulu
kita dalam menyatukan wilayah republik Indonesia menjadi negara
kesatuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar